PAPARAN PROGRES SNVT PENYEDIAAN PERUMAHAN PROVINSI SUMATERA UTARA TA 2018 KEPADA TIM PENGAWALAN, PENGAMANAN PEMERINTAH DAN PEMBANGUNAN DAERAH (TP4D) KEJAKSAAN TINGGI SUMATERA UTARA

Paparan progres SNVT PnP dengan TP4D Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara yang dihadiri oleh Sekretaris TP4D Agung Sutranggono, SH.M.Hum, Sub Tim TP4D Muttaqim Harahap, Sh,MM dan seluruh anggota, Tim SNVT PnP Provinsi Sumatera Utara,Saiful Zuhri ST, Fitria Dewi ST, MT, Jahoras Victor Naibaho ST, Mustika Kalbu ST, Bona Simon Tua Sinaga ST, MT, Medy Juliana ST, MT, Qhisty Khairani ST dan Titik ST (07/11/2018). Dokumentasi : SNVT Provinsi Sumatera Utara

Kepala SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Sumatera Utara memaparkan progres kegiatan kerja yang telah dilaksanakan hingga akhir bulan Oktober tahun 2018. Adapun kegiatan yang dipaparkan yaitu kegiatan Perencanaan dan Pengendalian , Pemberdayaan Rumah Swadaya, Penyediaan Rumah Khusus dan Penyediaan Rumah Susun.

Progres yang telah dicapai SNVT PnP Provinsi Sumatera Utara Keuangan 85,84% Fisik 74,19%, meliputi Penyusunan Perencanaan Penyediaan Perumahan, Penyaluran Bantuan Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya sejumlah 6000 Unit tersebar di 20 Kabupaten/Kota dengan pencapaian keuangan sebesar 95,18%, Fisik 77,83%, Pembangunan Rumah Khusus Nelayan Di Kabupaten Mandailing Natal dengan progress 90,32%, Pembangunan Rumah Susun Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru Kecamatan Lembah Sorik Merapi  Kabupaten Mandailing Natal progress 83,70 %, Pembangunan Rumah Susun Asrama Plus Matauli Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah dengan progress 70,12% dan Pembangunan Rumah Susun  Mahasiswa Akademi Kebidanan Kesehatan Baru Dolok sanggul dengan progress 63,37 %.

Pada akhir Pemaparan Progres semua yang di undang, Tim TP4D memberikan arahan bahwa Kontraktor dan Konsultan Managemen Konstruksi punya tanggung jawab yang besar untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kontrak yang mana dananya merupakan uang rakyat dan hati-hati jangan sampai menjadi masalah hokum dikemudian hari, dan semua para pihak mengikuti aturan dan peraturan yang berlaku.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sumatera Utara Melaksanakan Upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2018

Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, penggantinya, Mayor Jenderal Robert Mansergh mengeluarkan ultimatum yang menyebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945.

Ultimatum tersebut kemudian dianggap sebagai penghinaan bagi para pejuang dan rakyat yang telah membentuk banyak badan-badan perjuangan / milisi. Ultimatum tersebut ditolak oleh pihak Indonesia dengan alasan bahwa Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri, dan TKR (Tentara Keamanan Rakyat) juga telah dibentuk sebagai pasukan negara. Selain itu, banyak organisasi perjuangan bersenjata yang telah dibentuk masyarakat, termasuk di kalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar yang menentang masuknya kembali pemerintahan Belanda yang memboncengi kehadiran tentara Inggris di Indonesia.

Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan. Pasukan sekutu mendapatkan perlawanan dari pasukan dan milisi Indonesia.

Selain Bung Tomo terdapat pula tokoh-tokoh berpengaruh lain dalam menggerakkan rakyat Surabaya pada masa itu, beberapa datang dari latar belakang agama seperti KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah serta kyai-kyai pesantren lainnya juga mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat sipil sebagai milisi perlawanan (pada waktu itu masyarakat tidak begitu patuh kepada pemerintahan tetapi mereka lebih patuh dan taat kepada para kyai/ulama) sehingga perlawanan pihak Indonesia berlangsung alot, dari hari ke hari, hingga dari minggu ke minggu lainnya. Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari makin teratur. Pertempuran ini mencapai waktu sekitar tiga minggu.

Setidaknya 6,000 – 16,000 pejuang dari pihak Indonesia tewas dan 200,000 rakyat sipil mengungsi dari Surabaya. Korban dari pasukan Inggris dan India kira-kira sejumlah 600 – 2000 tentara.Pertempuran berdarah di Surabaya yang memakan ribuan korban jiwa tersebut telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk melakukan perlawanan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat sipil yang menjadi korban pada hari 10 November ini kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan oleh Republik Indonesia hingga sekarang.

Untuk menghargai jasa para Pahlawan-pahlawan Negara Kesatuan Republik Indonesia,Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sumatera Utara melaksanakan Upacara dalam rangka memperingati hari pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November 2018, dalam Pelaksanaan Upacara Tersebut Bapak Ir. Syahbudi Siregar, MM di Tunjuk Sebagai Inspektur Upacara, Tema Hari Pahlawan Tahun 2018 adalah “ Semangat Pahlawan Di Dadaku” Mengandung makna sesuai fitrahnya dalam diri setiap insan tertanam nilai – nilai Kepahlawanan, oleh karenanya siapapun dapat menjadi pahlawan, setiap warga Negara Indonesia tanpa kecuali dapat berinisiatif mengabdikan hal yang bermanfaat untuk kemashlahatan diri, lingkungan sekitar, bagi bangsa dan Negara.

Negeri ini membutuhkan pemuda yang kokoh dengan jati dirinya, mempunyai karakter local yang luhur, percaya diri dan peka terhadap permasalahan social sehingga mampu terlibat dalam usaha-usaha kesejahteraan social, memberikan pelayanan social bagi mereka yang membutuhkan pertolongan social.

Negeri ini juga membutuhkan pemuda yang mempunyai pandangan global, mampu berkolaborasi untuk kemajuan bangsa dan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menjadikan Indonesia diperhitungkan dalam bersaing dan bersanding dengan Negara lain khususnya ketika memasuki era revolusi industry 4.0.

Upacara yang di hadiri oleh seluruh penjabat dan staff lingkungan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sumatera Utara tersebut berlangsung sangat hikmat, para perserta upacara hingga terbawa suasana saat lagu hening Cipta di Kumandangkan, suasana-suasana kesediahan, keperihan yang di rasakan para pahlawan saat terluka, saat gugur bahkan saat berhasil mempertahan kan NKRI sangat dirasakan para peserta Upacara.

Dalam upacara tersebut juga membacakan sekilas pidato dan pesan-pesan para pahlawan diantara nya adalah.

 

Pesan Bung Tomo

“ Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapapun juga”

(Pidato Bung Tomo di radio pada saat pertempuran menghadapi Inggris di Surabaya bulan November 1945)

 

Pesan Ir. Soekarno

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya dan berikan aku 10 pemuda, niscaya akan ku guncangkan Dunia”

“bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya”

(Pidato Hari Pahlawan 10 November 1961)

 

Pesan Mohammad Hatta

“Pahlawan yang setia berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata untuk membela cita-cita”

“Jatuh bangunya Negara ini, sangat tergantung dari bangsa iji sendiri. Makin pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia hanyalah sekedar nama dan gambar seuntaian pulau di peta. Jangan mengharapkan bangsa lain respek tehadap bangsa ini, bila kita sendiri gemar mempedaya sesame saudara sebangsa, merusak dan mencuri kekayaan Ibu Pertiwai”

 

 

 

 

 

 

 

 

EVALUASI II KINERJA KOORDINATOR FASILITATOR DAN TENAGA FASILITATOR LAPANGAN

EVALUASI II KINERJA KOORDINATOR FASILITATOR DAN TENAGA FASILITATOR LAPANGAN

 Pembukaan Acara Evaluasi II Kinerja Koordinator Fasilitator Dan Tenaga Fasilitator Lapangan Kegiatan BSPS Provinsi Sumatera Utara Tahun 2018 oleh Fitria Dewi, ST, Ir.Niken Nawangsasi, MT, Ir. Ida Mariana, M.Si, Saiful Zuhri, ST, (01/11/2018).

Dokumentasi : SNVT Provinsi Sumatera Utara

 

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memiliki program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya untuk membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah guna mendapatkan rumah yang layak huni dari segi keselamatan bangunan, kesehatan, dan kecukupan luas bangunan.

 

Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya di setiap provinsi akan mengevaluasi setiap pekerjaan di tiap-tiap kabupaten dalam rapat Evaluasi Kinerja yang diselenggarakan 2 kali dalam setahun.

 

Pelaksanaan evaluasi terhadap kinerja  Koordinator Fasilitator dan Tenaga Fasilitator Lapangan adalah merupakan  bagian dari mekanisme sebagai tolak ukur untuk menjamin pencapaian sasaran dan tujuan program BSPS terutama untuk mengetahui bila terjadi keterlambatan  atau penyimpangan dapat diperbaiki sehingga sasaran dan tujuan dapat tercapai demikian halnya juga pelaksanaan evaluasi ini diharapkan dapat meningkatkan dan mengembangkan sumber daya tim Fasilitator.

 

Adapun hasil dari Evaluasi II kemarin yaitu Pelaksanaan BSPS dari 20 Kabupaten/Kota di Sumatera Utara saat ini Capaian QS hingga 1 November 2018 yaitu Penerimaan Bahan Bangunan tahap 1 telah selesai di salurkan kepada 6000 Penerima Bantuan, dan Penerimaan Bahan Bangunan tahap 2 telah selesai di salurkan kepada 3252 Penerima Bantuan  dan Penarikan dana tahap 1 ke Toko Material telah mencapai 5429 PB sementara Penarikan dana tahap 2 ke Toko Material telah mencapai 2046 PB.

 

Dalam sambutannya Ir. Niken Nawangsasi, MT selaku Kasubdit Fasilitasi, Pemberdayaan Masyarakat dan Kemitraan mengatakan “Banyaknya kendala dan permasalahan yang muncul saat pelaksanaan konstruksi diakibatkan minimnya pemahaman masyarakat terkait mekanisme dan aturan BSPS serta kurang maksimalnya proses verifikasi sehingga kedepan diharapkan Fasilitator dapat berkoordinasi dengan semua pihak yang terkait dan harus lebih fokus dan memaksimalkan proses Sosialisasi dan Verifikasi calon Penerima Bantuan”.

 

Pada akhir acara, Kabupaten yang memiliki progres tertinggi mendapat perhargaan atas kerja kerasnya. Kabupaten Langkat merupakan Kabupaten yang memiliki nilai progres tertinggi. Salah satu perwakilan dari Kabupaten Langkat mengatakan “semoga kita bisa menaikkan program BSPS ke depannya”.

Peringatan “Hari Keluarga Nasional” ke XXV Tahun 2018

 

Gubernur beserta Kepala Dinas PKP Provsu bersalaman dengan para penerima rumah
Bapak Gubernur beserta rombongan menuju salah satu rumah yang telah di renovasi oleh Dinas Perumahan dan kawasan permukiamn provsu

Tahun 1945 Indonesia telah menyatakan kemerdekaannya. Namun situasi bangsa ini belum begitu kondusif. Bahkan untuk mempertahankan kemerdekaan, diberlakukannya wajib militer bagi rakyat. Hal ini menjadikannya mereka berpisah dengan keluarga. Melalui perjuangan yang gigih, pada 22 Juni 1949 Belanda menyerahkan kedaulatan bangsa Indonesia secara utuh. Seminggu kemudian, tepatnya 29 Juni 1949, para pejuang kembali kepada keluarganya. Inilah yang melandasi lahirnya Hari Keluarga Nasional (Harganas)

Harganas dimaksudkan untuk mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia akan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan untuk membangun bangsa dan negara. Keluarga diharapkan menjadi sumber yang selalu menghidupkan, memelihara dan memantapkan serta mengarahkan kekuatan tersebut sebagai perisai dalam menghadapi persoalan yang terjadi.

Akhirnya, Harganas mendapat legalitas. Pada 15 September 2014 melalui Keputusan Presiden RI Nomor 39 tahun 2014, anggal 29 Juni ditetapkan sebagai Hari Keluarga Nasional dan bukan hari libur.

Pada peringatan hari Keluarga Nasional tahun ini di hadiri oleh Gubernur (Bapak Edy Rahmayadi), Bupati Serdang Bedagai (Bapak Soekirman), Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provsu (Ibu Ir. Ida Mariana, M.Si) beserta Instansi yang terkait.

Pada kegiatan tersebut, Gubernur Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman melakukan kegiatan pembangunan bedah rumah sejumlah 10 (sepuluh) rumah bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah dan berkeinginan memiliki rumah yang layak huni.

Para peserta penerima manfaat di hari keluarga nasional
Penyerahan tempat tidur ke para penerima manfaat di kegiatan Rehabilitasi Rumah tidak layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah dalam rangka dukungan Hari Keluarga Nasional

 

RAPAT KORDINASI I KESIAPAN PEMERINTAH PEMERINTAH DAERAH DALAM MELAKSANAKAN PROGRAM BP2BT

Dapat kita lihat masih banyak masyarakat Indonesia yang sampai saat ini tidak memiliki rumah ataupun hunian yang layak, untuk mewujudkan agar setiap keluarga memiliki rumah pemerintah mengeluarkan Program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan ( BP2BT ) oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Melalui Direktorat Jenderal pembiayaan perumahan.

Agar terlaksananya program tersebut pemerintah mengadakan Rapar Kordinasi I kesiapan Pemerintah daerah dalam menyalurkan program BP2BT yang telah dilaksanakan pada hari selasa, 09 Oktober 2018 bertempat di Hotel Hermes, Medan. Dalam acara tersebut terdapat 2 narasumber yang di hadirkan yaitu dari kementerian PUPR  Ibu Fitri Ami Handayani, ST, M.SE , Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sumatera Utara Ibu Nurbaya Surbakti, ST, MT dan di hadiri Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman ,Asosiasi Perumahan, Perbankan, Pokja PKP Provinsi, dan Pokja kabupaten/ Kota Provinsi Sumatera Utara. Acara yang bertujuan untuk memantapkan Program BP2BT tersebut tidak lain agar masyarakat Indonesia dapat memiliki rumah terutama untuk masyarakat Berpenghasilan Rendah ( MBR ).

Dalam kesempatannya, Ibu Fitri Ami Handayani, ST, M.SE menjelaskan tahapan prosedur pengajuan program tersebut dalam kutipan dari penjelasan beliau mengatakan untuk mensosialisasikan program ini dapat melalui tokoh masyarakat, komunitas masyarakat seperti nelayan, pedagang.

Pemerintah berharap agar program ini berjalan dengan lanjar, dan menjadi angin segar untuk manyarakat Indonesia yang berkeinginan untuk mempunyai rumah sendiri.

Foto RAPAT KORDINASI KESIAPAN PEMERINTAH PEMERINTAH DAERAH DALAM MELAKSANAKAN PROGRAM BP2BT

Video Cuplikan Rapat Kordinasi I 

Pawai Ta’aruf MTQN XXVII


Pawai Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXVII di Jalan Diponegoro, Medan, Sabtu (6/10/2018).

Tepat dihari Sabtu tanggal 6 Oktober 2018, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam hal ini Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provsu ikut berpartisipasi dalam memeriahkan Pawai Mobil Hias MTQN XXVII kepada masyarakat kota Medan. Dalam acara tersebut beberapa mobil hias turut memeriahkan kegiatan karnaval dalam rangka Rangkaian Pawai Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXVII tersebut melintas di Jalan Dipenegoro Medan tepat di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara yang disaksikan ribuan masyarakat Kota Medan.
Pawai ta’aruf ini dilepas secara resmi oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi beserta istri, didampingi Wakil Gubernur (Wagub) Musa Rajekshah beserta istri di depan kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Medan.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sumatera Utara (PKP Provsu) adalah salah satu OPD yang berpartisipasi dalam Pawai Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXVII.


Penyambutan kontingen Sulawesi Barat MTQ Nasional XXVII oleh Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provsu

MTQ telah ada di Indonesia sejak tahun 1940-an sejak berdirinya Jami’iyyatul Qurro wal Huffadz yang didirikan oleh Nahdlatul Ulama, ormas terbesar di Indonesia.

Sejak tahun 1968, saat Menteri Agama dijabat K.H. Muhammad Dahlan (salah seorang ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) MTQN dilembagakan secara nasional. MTQN pertama diselenggarakan di Makassar pada bulan Ramadhan tahun 1968. Kala itu hanya melombagakan tilawah dewasa saja dan melahirkan Qari Ahmad Syahid dari jawa Barat dan Muhammadong dari Sulawesi Selatan. MTQN kedua diselenggarakan di Banjarmasin tahun 1969. Tahun 1970 MTQ ketiga diselenggarakan di Jakarta dengan acara yang sangat meriah.

Alhamdullilah.., Sumatera utara  dipercaya menjadi tuan rumah untuk pelaksanaan MTQN  yang ke XXVII saat ini, teringat Butuh waktu 47 tahun lamanya untuk menjadi tuan rumah, Masyarakat sumatera utara tidak mensiasiakan kesempatan tahun ini, sambutan yang hangat dari berbagai lapisan masyarakat menyambutan kontingen yang akan berlomba di ajak MTQN ke XXVII. Salah satunya penyambutan kontingen asal Sulawesi barat oleh kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Sumatera Utara Ibu Ir. Ida Mariana, M.Si didampingin Kabid Rumah Swadaya Ibu Nurbaya Surbakti, ST, MT dan Tim dari Kabupaten Nias di bandara Kuala Namo, Sumatera Utara,  Ibu Ir.Ida Miriana, M.Si menselempangi Bapak Drs. Abd.Razak dengan  selendang Ulos sebagai simbolis menyambut kedatangan  kontingen dari Sulawesi barat.

 

Dalam kesempatan lain, tim kontingen dari Sulawesi barat dijemput oleh bus-bus yang telah disediakan oleh panitia MTQN XXVII, dan langsung dibawa menuju tempat makan JM Briani House yang berada teletak dijalan pemuda. Sepanjang perjalanan dari bandara KNO menuju ketempat makan, Ketua tim kontingen  Bapak Drs. Abd.Razak Mengatakan kota medan sangat besar dan maju seperti Jakarta yang macet.

Disisi lain, kebahagian itu tergambar ketika para rombongan kontingen Sulawesi barat sampai di JM Briani House untuk menikmati acara makan malam, terlihat kebahagian mereka dengan menyantap makan malam dengan para rombongan.

Acara pun berlanjut, setelah acara makan malam , para rombongan dibawa langsung menuju tempat penginapan di hotel garuda plaza Jl. Sisingamangaraja, Medan.

Sekretaris Dinas PKP Provsu Memimpin Rapat Dalam Rangka Percepatan Penyerapan Anggaran Tahun 2018

 

Dinas PKP Provsu Melaksanakan Rapat Dalam Rangka Percepatan Penyerapan Anggaran Tahun 2018,  Rapat dibuka oleh Sekretasi Dinas PKP Provsu Bapak Ir. Syabudi Siregar, M.M. Rapat yang bertujuan untuk melihat kemajuan pelaksanaan kegiatan dan untuk mengidentifikasi kendala- kendala pelaksanaan kegiatan dilingkungan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2018.

 

Penyampaian Realisasi Kegiatan oleh Kabid PSU Ibu. Hadasa Manurung, ST dan Kabid R.Swadaya Ibu Nurbaya Surbakti, ST, MT
Penyampaian Realisasi Kegiatan oleh Kabid KP Bapak Ir.Herizal Pulungan, M.Si
Penyampaian Realisasi Kegiatan oleh Kasi R.umum Ibu Mustika Kalbu, ST

Dinas PKP Provsu Melaksanakan Outbond yang Ke-II Di Sinabung Hill

Dinas Perumahan dan Kawasan permukiman Provinsi Sumatera Utara melaksanakan Outbond ke II Di  Sinabung Hill, Berastagi, Sumatera Utara pada tanggal 28-29 September 2018,  , yang diikut oleh seluruh pegawai Dinas PKP  dan honorer. Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari tersebut menyajikan beragam Permainan yang sangat menarik dikordinir langsung oleh instruktur Outbound yang Profesional. Dari permainan yang di sajikan  kekompakan, keberanian dan konsetrasi sangat berpengaruh dalam kegiatan outbond kali ini.

Cupikan keseruan Outbound 2018

Kegiatan Rembug Warga Pelaksanaan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni di Kepulauan Nias Tahun 2018

Medan, 10 September 2018
Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sumatera Utara melakukan Kegiatan Rembug Warga pada Pelaksanaan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni di Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara dimulai pada tanggal 4 September s/d 6 september 2018.

Acara rembug dimulai dari Kabupaten Nias Selatan, ada beberapa desa yang menerima Kegiatan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni yaitu desa sinar susua, desa hilialawa, desa hilisitaro raya, dan desa hilionaha. Dan dari Kabupaten Nias Barat terdapat beberapa desa juga yaitu : desa sisobandrao, desa lolowa’u, desa onowaembo, dan desa hiliwa’ele.
Acara rembug warga ini berjalan dengan lancar dan berharap kegiatan pelaksanaan rehabilitasi rumah tidak layak huni ini semakin bermanfaat bagi warga penerima manfaat.