SOSIALISASI PENGGUNAAN APLIKASI ABSENSI ONLINE DI LINGKUNGAN DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN PROVINSI SUMATERA UTARA

 

Dalam rangka peningkatan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) dan sebagai tindak lanjut Peraturan Gubernur Sumatera Utara No.18 Tahun 2018 tentang Tunjangan Tambahan Penghasilan PNS dan CPNS di lingkungan Provinsi Sumatera Utara, Dinas Perumahan Dan Permukiman Provinsi Sumatera Utara mengadakan sosialisasi tentang Penggunaan Aplikasi Absensi online pada hari rabu tanggal 09 Januari 2019 bertempat di Aula Kantor Dinas. Acara dibuka oleh Syahbudi Siregar, selaku Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sumatera Utara. Dalam sambutannya, Syahbudi Siregar mengharapakan agar narasumber memberikan penjelasan yang sedetail-detailnya terkait dengan proses absensi tersebut sehingga para ASN mudah untuk menjalankan aplikasinya.

Acara sosialisasi tersebut dihadiri oleh para pejabat eselon III dan IV serta seluruh staf ASN di lingkungan dinas perumahan dan kawasan permukiman provinsi sumatera utara. Sebagai narasumber pada acara sosialisasi tersebut adalah dari Dinas Komunikasi Dan Informasi Provinsi Sumatera Utara yang diwakili  oleh Alfian Jauhari selaku kepala seksi pengembangan aplikasi.

Proses absensi online dengan menggunakan android diawali dengan mendownload aplikasi e-absensi melalui playstore, kemudian meng-instal aplikasi agar dapat digunakan. Aparatur Sipil Negara (ASN) dianggap masuk kantor terlambat jika melakukan absensi online diatas pukul 07.30 wib.

Pelaksanaan sosialisasi berjalan dengan lancar dan para aparatur Sipil Negara cukup banyak memberikan pertanyaan seputar tata cara penggunaan aplikasi. Diharapkan dengan penggunaan Aplikasi absensi online ini meningkatkan perilaku kerja dan produktifitas ASN dilingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Terhadap ASN yang terlambat masuk kantor, pulang lebih awal atau tidak ikut APEL pagi akan dikenakan pemotongan Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP).

Focus Group Discussion (FGD) Kemitraan Provinsi Sumatera Utara

Ibu Ir. Niken Nawangsasi, MT dari Fasilitasi pemberdayaan dan Kemitraan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Pusat Membuka Acara FGB kemitraan Provinsi Sumatera Utara didampingin oleh Bapak Ir. Syabudi Siregar, M.M, Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sumatera Utara ,dan Narasumber yang hadir, Acara yang berlangsung selama 2 (dua) hari tanggal 13-14 Desember 2018 tersebut dilaksanakan di Hotel Grand Marcure Maha Cipta Medan Angkasa, yang di fasilitasi oleh Direktorat Rumah Swadaya,Direktorat Jenderal penyediaan perumahan, Kementerian Pekerjaan umum dan Perumahan rakyat.

Dalam kesempatan yang diberikan, bapak Syahbudi Siregar didalam kata sambutannya mengatakan “acara ini diharapkan sebagai diskusi interaktif antar peserta FGB, dan sangat berterima kasih dan sangat mendukung ,karena melalui Direktorat Rumah Swadaya, Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat atas terselenggaraanya acara ini, ini adalah salah satu bentuk perhatian khusus Pemerintah Pusat ke Provinsi Sumatera Utara”.

Beliau juga mengatakan “Keseriusan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam mewujudkan pembangunan rumah yang layak telah di wujudkan dalam misi pembangunan Sumatera Utara RPJMD 2018-2023 dengan mewujudkan masyarakat Sumatera Utara  yang bermartabat dalam kehidupan karena memiliki Iman dan Taqwa, tersedianya sandang pangan yang cukup, Rumah yang Layak, Pendidikan yang baik, kesehatan yang Prima,Mata pencaharian yang menyenangkan, serta harga-harga yang terjangkau”.

Kemudian dilanjutkan , Pemaparan tentang kebijakan dan program Rumah Swadaya oleh Ibu Niken Nawangsasi di dalam pemaparanny Ibu Niken Nawangsasi mengatakan ”untuk tidak memberikan bantuan  program yang berbeda di dalam satu Desa, guna untuk tidak menciptakan kecemburuan sosial karena disetiap bantuan memiliki jumlah dana yang berbeda”.

Dalam acara FGD, Fokus diskusi diantaranya tentang Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), BSPS merupakan bantuan pemerintah berupa stimulan bagi masyarakat berpengasilan Rendah (MBR) untuk meningkatkan keswadayaan dalam pembangunan atau peningkatan kualitas rumah beserta prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU), selain itu, BSPS merupakan stimulan bagi masyarakat untuk bisa bergotong-royong dalam meningkatkan kualitas RTLH.

Pemerintah pusat sangat mengapresiasi kegiatan rehab rumah tidak layak huni yang telah dilakukan oleh Mitra Badan Usaha dari asosiasi pengembang Perumahan DPD REI dan DPD Apersi Sumatera Utara Serta PT.Bank Sumut.

Penutupan Acara Rei Expo 2018 Oleh Ibu Kadis Perumahan dan Kawasan Permukiman Provsu

Rei Expo 2018 merupakan pameran perumahan terbesar di Sumatera Utara yang menampilkan produk-produk perumahan terbaik dari developer-developer berkualitas.

Pameran yang di buka oleh Wali Kota Medan Drs H.T.Dzulmi Eldin S, M.Si Acara yang di laksanakan di Atrium Selatan Plaza Medan Fair 2018 yang berlangsung 6 hari di Kota Medan tersebut menampilkan stand Perbankan dan Perumahan, tidak terasa hari ini merupakan hari terakhir acara pameran di laksanakan.

Ketika perhalatan acara berlangsung banyak suka bahagia dan gembira yang di terima oleh para pengembang perumahan dari masyarakat umum yang beraneka ragam komentar dan masukan yang diberikan.

Dalam Penutupan acara Rei Expo 2018, pihak penyelenggara memberikan kesempatan kepada Ibu Ir. Ida Mariana Harahap, M.Si menyampaikan Pidato.

Dalam kesempatan tersebut Ibu Ida Mariana Harahap mengatakan “Pameran ini layak dilaksanakan secara berkala agar masyarakat dapat menyusun agenda KPR berikutnya seraya sambil menabung dan melakukan persiapan-persiapan administrasi dan finansialnya”.

Ibu Ida Mariana Harahap juga mengatakan “ Bagi Pemerintah pameran ini dinilai sebagai bentuk peran aktif oleh pengembang yang sangat bermafaat bagi seluruh masyarakat Sumatera Utara, karena acara ini adalah sebagai tanda bahwa pemerintah tetap berkomitmen untuk memfasilitasi masyarakat untuk memperoleh kemudahan mendapatkan rumah yang layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang belum memiliki rumah dan bukan untuk rumah yang ke-2”.

Kemudian Acara Pameran REI EXPO 2018 secara resmi di tutup oleh Kadis Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sumatera Utara Ibu Ir. Ida Mariana Harahap, M.Si Pada hari minggu tanggal 25 Nopember 2018.

Rapat Progres Kegiatan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sumatera Utara dengan TP4D

Bapak Adung Sutranggono, SH, M.Hum selaku Sekretaris Team Pengawalan dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah Sumatera Utara (TP4D) dan Didampingi oleh Ibu Ir. Ida Mariana Harahap, M.Si Kepala Dinas Perumahan dan kawasan Permukiman Provinsi Sumatera Utara dalam Pembukaan Acara Rapat Pemaparan Progres Pekerjaan kegiatan pembinaan dan perencanaan, panataan dan peningkatan kualitas kawasan permukiman kumuh provinsi, pembangunan Psu perumahan MBR, Rehabilitasi rumah tidak layak huni dengan pola pemberdayaan masyarakat, pembangunan rumah pengungsian sinabung, pilot proyek pemanfaatan rumah tidak layak huni menjadi homestay ( penataan desa Tradisional /adat ), Di Ruang Rapat Kejaksaan Tinggi Negeri Sumatera Utara.

Progres Pekerjaan kegiatan pembinaan dan perencanaan telah selesai 100%, panataan dan peningkatan kualitas kawasan permukiman kumuh provinsi 71,79%, pembangunan Psu perumahan MBR 92,13%,Rehabilitasi rumah tidak layak huni dengan pola pemberdayaan masyarakat 27,5%, pembangunan rumah pengungsian sinabung51,54%, pilot proyek pemanfaatan rumah tidak layak huni menjadi homestay ( penataan desa Tradisional /adat )92,5%.

Ibu Ir. Ida Mariana Harahap, M.Si memaparkan  Seluruh Kegiatan termasuk kendala yang di hadapin. Dalam tanggapannya Tim TP4D meberikan arahan agar semua pihak dapat menjalankan fungsinya masing-masing. Kontraktor dan konsultan pengawasan mempunyai tanggung jawab yang besar untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak. Untuk kontrak kritis akan dilanjutkan dengan rapat khusus, membahas permasalahan masing-masing kegiatan sehingga dapat dicari tindak lanjut agar kegiatan dapat terlaksana sesuai mutu dan layanan yang diharapkan masyarakat.

PAPARAN PROGRES SNVT PENYEDIAAN PERUMAHAN PROVINSI SUMATERA UTARA TA 2018 KEPADA TIM PENGAWALAN, PENGAMANAN PEMERINTAH DAN PEMBANGUNAN DAERAH (TP4D) KEJAKSAAN TINGGI SUMATERA UTARA

Paparan progres SNVT PnP dengan TP4D Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara yang dihadiri oleh Sekretaris TP4D Agung Sutranggono, SH.M.Hum, Sub Tim TP4D Muttaqim Harahap, Sh,MM dan seluruh anggota, Tim SNVT PnP Provinsi Sumatera Utara,Saiful Zuhri ST, Fitria Dewi ST, MT, Jahoras Victor Naibaho ST, Mustika Kalbu ST, Bona Simon Tua Sinaga ST, MT, Medy Juliana ST, MT, Qhisty Khairani ST dan Titik ST (07/11/2018). Dokumentasi : SNVT Provinsi Sumatera Utara

Kepala SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Sumatera Utara memaparkan progres kegiatan kerja yang telah dilaksanakan hingga akhir bulan Oktober tahun 2018. Adapun kegiatan yang dipaparkan yaitu kegiatan Perencanaan dan Pengendalian , Pemberdayaan Rumah Swadaya, Penyediaan Rumah Khusus dan Penyediaan Rumah Susun.

Progres yang telah dicapai SNVT PnP Provinsi Sumatera Utara Keuangan 85,84% Fisik 74,19%, meliputi Penyusunan Perencanaan Penyediaan Perumahan, Penyaluran Bantuan Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya sejumlah 6000 Unit tersebar di 20 Kabupaten/Kota dengan pencapaian keuangan sebesar 95,18%, Fisik 77,83%, Pembangunan Rumah Khusus Nelayan Di Kabupaten Mandailing Natal dengan progress 90,32%, Pembangunan Rumah Susun Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru Kecamatan Lembah Sorik Merapi  Kabupaten Mandailing Natal progress 83,70 %, Pembangunan Rumah Susun Asrama Plus Matauli Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah dengan progress 70,12% dan Pembangunan Rumah Susun  Mahasiswa Akademi Kebidanan Kesehatan Baru Dolok sanggul dengan progress 63,37 %.

Pada akhir Pemaparan Progres semua yang di undang, Tim TP4D memberikan arahan bahwa Kontraktor dan Konsultan Managemen Konstruksi punya tanggung jawab yang besar untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kontrak yang mana dananya merupakan uang rakyat dan hati-hati jangan sampai menjadi masalah hokum dikemudian hari, dan semua para pihak mengikuti aturan dan peraturan yang berlaku.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sumatera Utara Melaksanakan Upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2018

Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, penggantinya, Mayor Jenderal Robert Mansergh mengeluarkan ultimatum yang menyebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945.

Ultimatum tersebut kemudian dianggap sebagai penghinaan bagi para pejuang dan rakyat yang telah membentuk banyak badan-badan perjuangan / milisi. Ultimatum tersebut ditolak oleh pihak Indonesia dengan alasan bahwa Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri, dan TKR (Tentara Keamanan Rakyat) juga telah dibentuk sebagai pasukan negara. Selain itu, banyak organisasi perjuangan bersenjata yang telah dibentuk masyarakat, termasuk di kalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar yang menentang masuknya kembali pemerintahan Belanda yang memboncengi kehadiran tentara Inggris di Indonesia.

Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan. Pasukan sekutu mendapatkan perlawanan dari pasukan dan milisi Indonesia.

Selain Bung Tomo terdapat pula tokoh-tokoh berpengaruh lain dalam menggerakkan rakyat Surabaya pada masa itu, beberapa datang dari latar belakang agama seperti KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah serta kyai-kyai pesantren lainnya juga mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat sipil sebagai milisi perlawanan (pada waktu itu masyarakat tidak begitu patuh kepada pemerintahan tetapi mereka lebih patuh dan taat kepada para kyai/ulama) sehingga perlawanan pihak Indonesia berlangsung alot, dari hari ke hari, hingga dari minggu ke minggu lainnya. Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari makin teratur. Pertempuran ini mencapai waktu sekitar tiga minggu.

Setidaknya 6,000 – 16,000 pejuang dari pihak Indonesia tewas dan 200,000 rakyat sipil mengungsi dari Surabaya. Korban dari pasukan Inggris dan India kira-kira sejumlah 600 – 2000 tentara.Pertempuran berdarah di Surabaya yang memakan ribuan korban jiwa tersebut telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk melakukan perlawanan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat sipil yang menjadi korban pada hari 10 November ini kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan oleh Republik Indonesia hingga sekarang.

Untuk menghargai jasa para Pahlawan-pahlawan Negara Kesatuan Republik Indonesia,Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sumatera Utara melaksanakan Upacara dalam rangka memperingati hari pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November 2018, dalam Pelaksanaan Upacara Tersebut Bapak Ir. Syahbudi Siregar, MM di Tunjuk Sebagai Inspektur Upacara, Tema Hari Pahlawan Tahun 2018 adalah “ Semangat Pahlawan Di Dadaku” Mengandung makna sesuai fitrahnya dalam diri setiap insan tertanam nilai – nilai Kepahlawanan, oleh karenanya siapapun dapat menjadi pahlawan, setiap warga Negara Indonesia tanpa kecuali dapat berinisiatif mengabdikan hal yang bermanfaat untuk kemashlahatan diri, lingkungan sekitar, bagi bangsa dan Negara.

Negeri ini membutuhkan pemuda yang kokoh dengan jati dirinya, mempunyai karakter local yang luhur, percaya diri dan peka terhadap permasalahan social sehingga mampu terlibat dalam usaha-usaha kesejahteraan social, memberikan pelayanan social bagi mereka yang membutuhkan pertolongan social.

Negeri ini juga membutuhkan pemuda yang mempunyai pandangan global, mampu berkolaborasi untuk kemajuan bangsa dan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menjadikan Indonesia diperhitungkan dalam bersaing dan bersanding dengan Negara lain khususnya ketika memasuki era revolusi industry 4.0.

Upacara yang di hadiri oleh seluruh penjabat dan staff lingkungan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sumatera Utara tersebut berlangsung sangat hikmat, para perserta upacara hingga terbawa suasana saat lagu hening Cipta di Kumandangkan, suasana-suasana kesediahan, keperihan yang di rasakan para pahlawan saat terluka, saat gugur bahkan saat berhasil mempertahan kan NKRI sangat dirasakan para peserta Upacara.

Dalam upacara tersebut juga membacakan sekilas pidato dan pesan-pesan para pahlawan diantara nya adalah.

 

Pesan Bung Tomo

“ Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapapun juga”

(Pidato Bung Tomo di radio pada saat pertempuran menghadapi Inggris di Surabaya bulan November 1945)

 

Pesan Ir. Soekarno

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya dan berikan aku 10 pemuda, niscaya akan ku guncangkan Dunia”

“bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya”

(Pidato Hari Pahlawan 10 November 1961)

 

Pesan Mohammad Hatta

“Pahlawan yang setia berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata untuk membela cita-cita”

“Jatuh bangunya Negara ini, sangat tergantung dari bangsa iji sendiri. Makin pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia hanyalah sekedar nama dan gambar seuntaian pulau di peta. Jangan mengharapkan bangsa lain respek tehadap bangsa ini, bila kita sendiri gemar mempedaya sesame saudara sebangsa, merusak dan mencuri kekayaan Ibu Pertiwai”

 

 

 

 

 

 

 

 

EVALUASI II KINERJA KOORDINATOR FASILITATOR DAN TENAGA FASILITATOR LAPANGAN

EVALUASI II KINERJA KOORDINATOR FASILITATOR DAN TENAGA FASILITATOR LAPANGAN

 Pembukaan Acara Evaluasi II Kinerja Koordinator Fasilitator Dan Tenaga Fasilitator Lapangan Kegiatan BSPS Provinsi Sumatera Utara Tahun 2018 oleh Fitria Dewi, ST, Ir.Niken Nawangsasi, MT, Ir. Ida Mariana, M.Si, Saiful Zuhri, ST, (01/11/2018).

Dokumentasi : SNVT Provinsi Sumatera Utara

 

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memiliki program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya untuk membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah guna mendapatkan rumah yang layak huni dari segi keselamatan bangunan, kesehatan, dan kecukupan luas bangunan.

 

Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya di setiap provinsi akan mengevaluasi setiap pekerjaan di tiap-tiap kabupaten dalam rapat Evaluasi Kinerja yang diselenggarakan 2 kali dalam setahun.

 

Pelaksanaan evaluasi terhadap kinerja  Koordinator Fasilitator dan Tenaga Fasilitator Lapangan adalah merupakan  bagian dari mekanisme sebagai tolak ukur untuk menjamin pencapaian sasaran dan tujuan program BSPS terutama untuk mengetahui bila terjadi keterlambatan  atau penyimpangan dapat diperbaiki sehingga sasaran dan tujuan dapat tercapai demikian halnya juga pelaksanaan evaluasi ini diharapkan dapat meningkatkan dan mengembangkan sumber daya tim Fasilitator.

 

Adapun hasil dari Evaluasi II kemarin yaitu Pelaksanaan BSPS dari 20 Kabupaten/Kota di Sumatera Utara saat ini Capaian QS hingga 1 November 2018 yaitu Penerimaan Bahan Bangunan tahap 1 telah selesai di salurkan kepada 6000 Penerima Bantuan, dan Penerimaan Bahan Bangunan tahap 2 telah selesai di salurkan kepada 3252 Penerima Bantuan  dan Penarikan dana tahap 1 ke Toko Material telah mencapai 5429 PB sementara Penarikan dana tahap 2 ke Toko Material telah mencapai 2046 PB.

 

Dalam sambutannya Ir. Niken Nawangsasi, MT selaku Kasubdit Fasilitasi, Pemberdayaan Masyarakat dan Kemitraan mengatakan “Banyaknya kendala dan permasalahan yang muncul saat pelaksanaan konstruksi diakibatkan minimnya pemahaman masyarakat terkait mekanisme dan aturan BSPS serta kurang maksimalnya proses verifikasi sehingga kedepan diharapkan Fasilitator dapat berkoordinasi dengan semua pihak yang terkait dan harus lebih fokus dan memaksimalkan proses Sosialisasi dan Verifikasi calon Penerima Bantuan”.

 

Pada akhir acara, Kabupaten yang memiliki progres tertinggi mendapat perhargaan atas kerja kerasnya. Kabupaten Langkat merupakan Kabupaten yang memiliki nilai progres tertinggi. Salah satu perwakilan dari Kabupaten Langkat mengatakan “semoga kita bisa menaikkan program BSPS ke depannya”.

Peringatan “Hari Keluarga Nasional” ke XXV Tahun 2018

 

Gubernur beserta Kepala Dinas PKP Provsu bersalaman dengan para penerima rumah
Bapak Gubernur beserta rombongan menuju salah satu rumah yang telah di renovasi oleh Dinas Perumahan dan kawasan permukiamn provsu

Tahun 1945 Indonesia telah menyatakan kemerdekaannya. Namun situasi bangsa ini belum begitu kondusif. Bahkan untuk mempertahankan kemerdekaan, diberlakukannya wajib militer bagi rakyat. Hal ini menjadikannya mereka berpisah dengan keluarga. Melalui perjuangan yang gigih, pada 22 Juni 1949 Belanda menyerahkan kedaulatan bangsa Indonesia secara utuh. Seminggu kemudian, tepatnya 29 Juni 1949, para pejuang kembali kepada keluarganya. Inilah yang melandasi lahirnya Hari Keluarga Nasional (Harganas)

Harganas dimaksudkan untuk mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia akan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan untuk membangun bangsa dan negara. Keluarga diharapkan menjadi sumber yang selalu menghidupkan, memelihara dan memantapkan serta mengarahkan kekuatan tersebut sebagai perisai dalam menghadapi persoalan yang terjadi.

Akhirnya, Harganas mendapat legalitas. Pada 15 September 2014 melalui Keputusan Presiden RI Nomor 39 tahun 2014, anggal 29 Juni ditetapkan sebagai Hari Keluarga Nasional dan bukan hari libur.

Pada peringatan hari Keluarga Nasional tahun ini di hadiri oleh Gubernur (Bapak Edy Rahmayadi), Bupati Serdang Bedagai (Bapak Soekirman), Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provsu (Ibu Ir. Ida Mariana, M.Si) beserta Instansi yang terkait.

Pada kegiatan tersebut, Gubernur Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman melakukan kegiatan pembangunan bedah rumah sejumlah 10 (sepuluh) rumah bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah dan berkeinginan memiliki rumah yang layak huni.

Para peserta penerima manfaat di hari keluarga nasional
Penyerahan tempat tidur ke para penerima manfaat di kegiatan Rehabilitasi Rumah tidak layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah dalam rangka dukungan Hari Keluarga Nasional

 

RAPAT KORDINASI I KESIAPAN PEMERINTAH PEMERINTAH DAERAH DALAM MELAKSANAKAN PROGRAM BP2BT

Dapat kita lihat masih banyak masyarakat Indonesia yang sampai saat ini tidak memiliki rumah ataupun hunian yang layak, untuk mewujudkan agar setiap keluarga memiliki rumah pemerintah mengeluarkan Program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan ( BP2BT ) oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Melalui Direktorat Jenderal pembiayaan perumahan.

Agar terlaksananya program tersebut pemerintah mengadakan Rapar Kordinasi I kesiapan Pemerintah daerah dalam menyalurkan program BP2BT yang telah dilaksanakan pada hari selasa, 09 Oktober 2018 bertempat di Hotel Hermes, Medan. Dalam acara tersebut terdapat 2 narasumber yang di hadirkan yaitu dari kementerian PUPR  Ibu Fitri Ami Handayani, ST, M.SE , Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sumatera Utara Ibu Nurbaya Surbakti, ST, MT dan di hadiri Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman ,Asosiasi Perumahan, Perbankan, Pokja PKP Provinsi, dan Pokja kabupaten/ Kota Provinsi Sumatera Utara. Acara yang bertujuan untuk memantapkan Program BP2BT tersebut tidak lain agar masyarakat Indonesia dapat memiliki rumah terutama untuk masyarakat Berpenghasilan Rendah ( MBR ).

Dalam kesempatannya, Ibu Fitri Ami Handayani, ST, M.SE menjelaskan tahapan prosedur pengajuan program tersebut dalam kutipan dari penjelasan beliau mengatakan untuk mensosialisasikan program ini dapat melalui tokoh masyarakat, komunitas masyarakat seperti nelayan, pedagang.

Pemerintah berharap agar program ini berjalan dengan lanjar, dan menjadi angin segar untuk manyarakat Indonesia yang berkeinginan untuk mempunyai rumah sendiri.

Foto RAPAT KORDINASI KESIAPAN PEMERINTAH PEMERINTAH DAERAH DALAM MELAKSANAKAN PROGRAM BP2BT

Video Cuplikan Rapat Kordinasi I 

Pawai Ta’aruf MTQN XXVII


Pawai Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXVII di Jalan Diponegoro, Medan, Sabtu (6/10/2018).

Tepat dihari Sabtu tanggal 6 Oktober 2018, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam hal ini Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provsu ikut berpartisipasi dalam memeriahkan Pawai Mobil Hias MTQN XXVII kepada masyarakat kota Medan. Dalam acara tersebut beberapa mobil hias turut memeriahkan kegiatan karnaval dalam rangka Rangkaian Pawai Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXVII tersebut melintas di Jalan Dipenegoro Medan tepat di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara yang disaksikan ribuan masyarakat Kota Medan.
Pawai ta’aruf ini dilepas secara resmi oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi beserta istri, didampingi Wakil Gubernur (Wagub) Musa Rajekshah beserta istri di depan kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Medan.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sumatera Utara (PKP Provsu) adalah salah satu OPD yang berpartisipasi dalam Pawai Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXVII.