KADIS PKP PROVSU MEMBUKA RAPAT EKSPOSE PEMBAHASAN DRAFT LAPORAN AKHIR PENYUSUNAN MASTERPLAN PENATAAN KAWASAN PERMUKIMAN UTARA MEDAN UNTUK MENDUKUNG WISATA BAHARI

Medan – Kadis PKP Provsu Ir. Ida Mariana Harahap membuka rapat Ekspose Pembahasan Draft Laporan Akhir Penyusunan Masterplan Penataan Kawasan Permukiman Utara Medan untuk Mendukung Wisata Bahari melalui Video Conference via Zoom di Kantor Dinas PKP Provsu, Jl A.H Nasution No.20 (Selasa, 22/9).

Pada kesempatan tersebut Ida menyampaikan “Utara Medan berdampingan dengan Kabupaten Deli Serdang sehingga di dalam pembahasan kita sama-sama merangkai alur perjalanan wisata, bagaimana Utara Medan menjadi wisata utama untuk pantai timur khususnya dari kota Medan selain Danau Toba yang terkenal di Sumatera Utara. Rapat hari ini akan membahas beberapa masukan program yang kami harapkan bisa mengawal dapat dikolaborasikan melaui APBD Kab. Deli Serdang maupun Kota Medan serta menyamakan persepsi untuk bisa mewujudkan Utara Medan menjadi kawasan permukiman berbasis wisata bahari” ujarnya.

Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi, Tondi dari Dinas PKP Kota Medan memberikan saran “Pulau Sicanang untuk menunjang kawasan wisata mangrov sendiri, menurut saya kawasan tersebut kumuh karena adanya banjir rob dan perlu adanya penanganan banjir rob terlebih dahulu ditata berupa permukiman yang memiliki konsep wisata, sama seperti situs kota cina dan danau siombak kawasan ini memang permasalahan permukimannya banjir rob, harus dipikirkan siapa yang menangani banjir rob ini supaya kawasan ini tidak terlihat kumuh” jelasnya.

Tanggapan masukan, dan dukungan juga disampaikan oleh Camat Medan Belawan, Camat Percut Sei Tuan, Camat Medan Marelan, Camat Hamparan Perak, Pelindo I dan Operasional Pelabuhan Belawan mengenai Penataan Kawasan Permukiman Utara Medan untuk Mendukung Wisata Bahari.

Kelanjutan acara ini adalah diskusi lebih lanjut dengan pihak terkait tercantum dalam pembangunan tanggul pengendali banjir rob, dan rencana pengembangan pelabuhan belawan yang berdampak pada warga yang bermukim di lahan Pelindo, sehingga tidak bisa memunculkan kawasan permukiman kumuh seperti yang terlihat sekarang ini.

Comments for this post are closed.