EVALUASI II KINERJA KOORDINATOR FASILITATOR DAN TENAGA FASILITATOR LAPANGAN

EVALUASI II KINERJA KOORDINATOR FASILITATOR DAN TENAGA FASILITATOR LAPANGAN

 Pembukaan Acara Evaluasi II Kinerja Koordinator Fasilitator Dan Tenaga Fasilitator Lapangan Kegiatan BSPS Provinsi Sumatera Utara Tahun 2018 oleh Fitria Dewi, ST, Ir.Niken Nawangsasi, MT, Ir. Ida Mariana, M.Si, Saiful Zuhri, ST, (01/11/2018).

Dokumentasi : SNVT Provinsi Sumatera Utara

 

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memiliki program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya untuk membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah guna mendapatkan rumah yang layak huni dari segi keselamatan bangunan, kesehatan, dan kecukupan luas bangunan.

 

Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya di setiap provinsi akan mengevaluasi setiap pekerjaan di tiap-tiap kabupaten dalam rapat Evaluasi Kinerja yang diselenggarakan 2 kali dalam setahun.

 

Pelaksanaan evaluasi terhadap kinerja  Koordinator Fasilitator dan Tenaga Fasilitator Lapangan adalah merupakan  bagian dari mekanisme sebagai tolak ukur untuk menjamin pencapaian sasaran dan tujuan program BSPS terutama untuk mengetahui bila terjadi keterlambatan  atau penyimpangan dapat diperbaiki sehingga sasaran dan tujuan dapat tercapai demikian halnya juga pelaksanaan evaluasi ini diharapkan dapat meningkatkan dan mengembangkan sumber daya tim Fasilitator.

 

Adapun hasil dari Evaluasi II kemarin yaitu Pelaksanaan BSPS dari 20 Kabupaten/Kota di Sumatera Utara saat ini Capaian QS hingga 1 November 2018 yaitu Penerimaan Bahan Bangunan tahap 1 telah selesai di salurkan kepada 6000 Penerima Bantuan, dan Penerimaan Bahan Bangunan tahap 2 telah selesai di salurkan kepada 3252 Penerima Bantuan  dan Penarikan dana tahap 1 ke Toko Material telah mencapai 5429 PB sementara Penarikan dana tahap 2 ke Toko Material telah mencapai 2046 PB.

 

Dalam sambutannya Ir. Niken Nawangsasi, MT selaku Kasubdit Fasilitasi, Pemberdayaan Masyarakat dan Kemitraan mengatakan “Banyaknya kendala dan permasalahan yang muncul saat pelaksanaan konstruksi diakibatkan minimnya pemahaman masyarakat terkait mekanisme dan aturan BSPS serta kurang maksimalnya proses verifikasi sehingga kedepan diharapkan Fasilitator dapat berkoordinasi dengan semua pihak yang terkait dan harus lebih fokus dan memaksimalkan proses Sosialisasi dan Verifikasi calon Penerima Bantuan”.

 

Pada akhir acara, Kabupaten yang memiliki progres tertinggi mendapat perhargaan atas kerja kerasnya. Kabupaten Langkat merupakan Kabupaten yang memiliki nilai progres tertinggi. Salah satu perwakilan dari Kabupaten Langkat mengatakan “semoga kita bisa menaikkan program BSPS ke depannya”.

Comments for this post are closed.